MANUSIA & AGAMA

Konsep Manusia dalam Al-Qur'an

- Al-Basyar: Manusia secara biologis, dengan segala kebutuhan fisiknya.

- An-Naas: Manusia yang berakal, mampu berpikir dan bernalar.

- Al-Insan: Manusia yang tidak hanya berakal, tetapi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan, menunjukkan dimensi spiritual dan moral.

 

 Pandangan Tokoh tentang Manusia

- Sokrates: Melihat manusia sebagai individu.

- Plato: Menekankan aspek sosial dan politik manusia.

- Sastrapratedja: Manusia sebagai makhluk historis, dipengaruhi oleh sejarah.

- Comte: "Mengenal diri adalah mengenal sejarah"; manusia tidak cukup dipahami hanya dari fisika, kimia, dan biologi.

- Ernst Cassirer: Manusia didefinisikan oleh karyanya, bukan sifat metafisik atau fisik.

 

 Bahan Penciptaan Manusia

- Unsur Materi (QS. As-Sajadah 7-8): Terbuat dari tanah, menunjukkan manusia sebagai makhluk fisik dan rendahan.

- Unsur Non-Materi (QS. As-Sajdah: 9, Al-Isra: 175, Al-Qadr: 4): Nafkhah (tiupan ruh), membuat manusia spiritual dan mulia.

 

 Teori-Teori tentang Agama

- Edward B. Tylor (1832-1917): Teori Animisme dan Evolusi Agama; agama berkembang dari animistik ke politeistik hingga monoteistik.

- J.G. Frazer (1854-1941): Teori Magis; magis sebagai upaya manusia menggunakan kekuatan gaib untuk tujuan tertentu.

- Emile Durkheim (1859-): Teori Sentimen Kemasyarakatan; agama muncul dari rasa cinta masyarakat, dengan totem sebagai lambang keramat.

- Andrew Lang (1844-1912): Teori 'Ur Monoteisme; keyakinan awal pada dewa tertinggi sebagai pencipta dan penjaga alam.

 

 Agama dalam Terminologi Islam

- Agama (dīn) dalam bahasa Arab mencakup:

  - Kekalahan dan penyerahan diri pada yang lebih berkuasa.

  - Ketaatan dan penghambaan kepada yang kuat.

  - Undang-undang, hukum pidana, perdata, dan peraturan yang ditaati.

  - Peradilan, pertanggungjawaban, pembalasan, dan vonis.

 

 Unsur-Unsur Agama

- Emosi keagamaan.

- Upacara keagamaan.

- Tempat dan peralatan peribadatan.

- Kelompok penganut.

- Sistem keyakinan.

 

 Fungsi Agama

- Menyajikan dukungan dan rekonsiliasi saat menghadapi ketidakpastian dan frustrasi.

- Menyediakan sarana hubungan transendental melalui ibadah, yang membawa kedamaian dan identitas baru.

- Memberikan standar nilai untuk mengevaluasi ulang nilai-nilai masyarakat.

- Mengesahkan, memperkuat, dan mensucikan norma serta nilai sosial.

- Memberikan status atau identitas baru dalam perkembangan individu melalui rites of passage.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAFRIAN ABHIRAMA SUBEKTI

ISLAM DAN KEINDONESIAAN

ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN