RAFRIAN ABHIRAMA SUBEKTI
Halo, Assalamualaikum,
Namaku Rafrian Abhirama Subekti. Teman-temanku biasa memanggilku dengan nama, Abhi.Pada kesempatan kali ini, aku akan sedikit bercerita mengenai diriku, kehidupanku, dan beberapa hal lain yang berhubungan denganku.Sebelumnya aku ingin memberi tahu kalian,para pembaca, bahwasanya aku akan menyarankan kepada kalian untuk membaca ceritaku ini ketika kalian sudah berada dekat dengan waktu tidur kalian. Yah....hitung-hitung sebagai relaksasi sebelum tidur. Aku mengatakan ini karena memang cerita kali ini tidak akan mengusung topik yang terlalu berat sehingga dapat membebani pikiran dan otak yang lelah.
Jadi,cerita berawal dari tahun 2007, pada tanggal 17, bulan ke-4, dimana pada waktu itu terlahir seorang bayi laki-laki yang secara ajaib dapat mengukir senyum di wajah dua orang sekaligus yang merupakan pasangan suami istri, akulah bayi itu. Ayahku bernama Arief Subekti.Sedangkan Ibuku bernama Yuliana. Lambat laun, dengan dikelilingi oleh kehangatan dan kasih sayang, akupun bertumbuh menjadi anak yang baik,sehat, dan bahagia.Masa kecilku adalah masa di mana aku merasakan banyak kesenangan, kenangannya tidak akan aku lupakan bahkan ketika nanti aku beranjak dewasa. Bermain sepuasnya, dibelikan segala macam barang yang ku inginkan, dan belajar banyak sekali hal baru, aku kecil benar-benar anak yang beruntung. Saat aku kecil memasuki taman kanak-kanak di TK An-Nur 1, aku kecil berteman dengan banyak teman baru. Kami melakukan banyak hal, bermain dan belajar bersama, mungkin terkadang kami juga bertengkar, tetapi kami selalu berbaikan di kemudian hari dengan cara yang lucu. Setelah berbaikan, kami pun bermain bersama lagi seolah-olah tidak pernah terjadi pertengkaran di antara kami. Yah...walaupun tidak jarang kami mengulangi siklus tersebut selama kami masih di TK.
Kita beralih ke masa Sekolah Dasar (SD).Setelah lulus dari TK An-Nur 1 , aku mendaftar di SD N Adisutjipto 1. Salah satu alasan aku mendaftar di SD ini adalah karena SD ini dekat dari rumahku. Oh ya, aku belum bilang, aku tinggal di perumahan TNI AU di daerah Banguntapan,Bantul. Kembali ke SD, karena SD ini masih termasuk ke dalam wilayah militer, mayoritas siswa/siswi nya juga adalah anak-anak dari prajurit militer aktif, dan aku tergolong ke dalam kelompok mayoritas tersebut. Meskipun di dalam lingkungan militer, namun sepertinya itu tidak memengaruhi perilaku kami, kami tetap bebas untuk memilih dengan siapa kami ingin bermain, permainan apa yang ingin dilakukan, dan seterusnya.Mungkin perbedaan kecilnya adalah beberapa anak yang memiliki orang tua dengan pangkat tinggi cenderung lebih 'sok-sokan' dibanding yang lainnya, itu saja. Selama di SD, aku mulai menjalani kehidupan dengan lebih "seru", di sini aku mulai mengenal kata serius, nilai, dan kompetisi. Hehe...jangan salah, begini begini aku juga termasuk siswa yang cerdas di SD. Aku selalu memeroleh peringkat di kelas, bahkan pernah meraih 3 besar. Semakin tinggi kelasnya, semakin ketat juga persaingan. Mendekati ASPD, aku dan teman teman semakin serius untuk belajar.Ini wajar karena hasil ASPD akan memengaruhi kualitas SMP yang kami dapat. Oke, sudah belajar, sudah ujian, hasil ASPD-nya pun sudah keluar, dan jujur saja aku sedikit kecewa dengan hasil ASPD-ku, karena nilainya masih kurang untukku mendaftar di SMP yang kuinginkan. Dan pada akhirnya, dengan nilai ASPD-ku itu aku berhasil diterima di SMP N 3 Depok Sleman. Baiklah, selama kurang lebih 1,5 tahun di sana aku sempat mempelajari beberapa hal baru dan bahkan aku sempat bergabung dengan OSIS di SMP ku. Namun belum genap 2 tahun aku bersekolah di SMP, tiba-tiba wabah COVID-19 melanda dunia dan memaksa setiap instansi pendidikan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah siswa masing-masing.Ya, karena itu juga aku tidak bisa cerita banyak hal tentang SMP.
Oke, singkat cerita, aku bertemu ASPD lagi belajar lagi, ujian lagi, dan kali ini ini aku mempersiapkan segalanya dengan lebih baik. Dan yap, persiapan yang baik itu membuahkan hasil yang baik pula. Aku berhasil lolos dan diterima di salah satu SMA favorit di Yogyakarta, ialah SMA N 8 Yogyakarta. Jujur saja di hari-hari mendekati pengumuman aku sedikit takut dan deg-degan, bahkan aku menemani orang tua-ku begadang mengamati web PPDB. Ketika tau aku lolos di SMA favorit tersebut orang tua-ku terlihat benar-benar bahagia, perasaan senang dan bangga tergambarkan dalam senyuman mereka. Dari situ aku pun berkomitmen untuk mengusahakan segala yang kupunya agar tidak mengecewakan mereka.
Sayangnya, ketika masa sekolah di mulai,aku merasakan ada hal yang aneh denganku.Entah mengapa, aku merasa sangat asing dan tidak merasa percaya diri dengan diriku sendiri. Mungkin ini imbas dari pandemi COVID-19 yang membuatku jadi jarang berinteraksi dengan orang-oramg. Dan aku sendiri berasal dari sekolah yang siswanya sedikit sekali yang berhasil masuk ke SMA ini. Sehingga melihat orang lain sudah akrab dengan temannya yang dari SMP membuat diriku merasa terasingkan dan sedikit ingin menutup diri dari mereka. Namun, untungnya aku bertemu dengan teman-teman yang baik pada masa kesepianku itu, mereka membantuku untuk berkembang, menerima diriku apa adanya,dan memberiku kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Dari sinilah aku belajar bahwa lingkungan pertemanan memang seberpengaruh itu terhadap perkembangan diri. Dari mereka aku mulai berani untuk show-off. Aku mulai tertarik pada organisasi dan membangun relasi dengan orang-orang baru. Masa-masa seperti inilah yang membuatku menikmati waktuku di SMA.
Hingga tibalah di penghujung masa SMA,mendekati seleksi penerimaan mahasiswa baru di banyak perguruan tinggi negeri .Banyak dari kami yang ikut bimbingan belajar, tetapi ada juga yang memilih untuk belajar mandiri. Tujuan kami tetap sama, menginginkan pendidikan terbaik untuk masa depan kami. Singkat cerita, kami berhasil diterima di PTN yang berkualitas meskipun harus terpencar.
Dan sekarang di sinilah aku, di Universitas
Negeri Yogyakarta....cabang wates. Aku tidak mengira UNY memiliki cabang di wates. Bahkan bukan hanya di wates, mereka juga punya cabang di GunungKidul. Ini benar-benar sesuatu yang mengejutkan bagiku. Yang terpikirkan di benakku ketika mendengar kata "UNY" adalah kampus pendidikan besar yang berada di tengah-tengah kota Yogyakarta. Siapa sangka aku akan berpindah ke wates ini, hahaha. But it's okay, tidak ada penyesalan, tidak ada kekecewaan. Aku tetap senang di sini, meskipun banyak kagetnya juga. Aku sendiri mengambil Prodi Akuntansi, ini termasuk lintas jurusan karena di SMA, aku mengambil peminatan IPA.Cita-citaku? Aku ingin menjadi seorang akuntan yang berdisiplin dan bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan. Dengan itu, aku yakin bisa memperoleh kesuksesan yang barokah, dan kehidupan bahagia yang tenang.
Ku kira cukup sekian ceritaku kali ini.
Terimakasih telah membaca, Wassalamualaikum wr.wb.